Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meyakini target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2026 dapat tercapai, asalkan pemerintah memenuhi enam prasyarat strategis utama. Keyakinan ini disampaikan Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/12/2026), menanggapi target serupa dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ajib menjelaskan, prasyarat tersebut meliputi penciptaan lapangan kerja berkualitas, bauran kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, efisiensi biaya usaha, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, serta fondasi kuat untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, khususnya di sektor formal.

"Investasi harus diarahkan ke sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja formal secara signifikan," tegas Ajib. Apindo juga menyoroti perlunya bauran kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, dengan menjaga inflasi tetap terkendali di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Selain itu, efisiensi biaya usaha universal menjadi agenda struktural utama, termasuk pemangkasan biaya kepatuhan, pembiayaan yang lebih kompetitif, serta pengendalian biaya energi, logistik, dan tenaga kerja. Peningkatan produktivitas dan kualitas SDM juga menjadi kunci, dengan keterhubungan antara dunia usaha, industri, dan pendidikan, serta reformasi vokasi.

Pemberdayaan UMKM dalam rantai pasok, melalui keterlibatan terstruktur dan mutualistik antara BUMN dan swasta, insentif fiskal yang tepat, serta penguatan akses pembiayaan dan pasar, juga menjadi perhatian Apindo. "Dengan catatan yang ada, pertumbuhan ekonomi 6 persen adalah dimungkinkan, tapi pertumbuhan ekonomi 5 sampai 5,4 persen lebih dapat dicapai," pungkas Ajib.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi 6 persen tidak terlalu sulit dicapai, meski terjadi perlambatan ekonomi pada sembilan bulan pertama 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *