Jakarta – Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin Juhro, menawarkan visi pertumbuhan ekonomi inklusif saat uji kelayakan di Komisi XI DPR RI, Jumat (23/1/2026). Ia menekankan pentingnya sinergi untuk mencapai visi tersebut.

"Visi ini bukan sekadar menjaga laju pertumbuhan di tengah tekanan global, melainkan juga menegaskan bahwa kualitas pertumbuhan adalah kunci," tegas Solikin di Gedung DPR. Visi ini selaras dengan mandat BI dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan.

Solikin mengemukakan tiga misi utama: stabilitas dinamis, pertumbuhan tinggi, dan ekonomi inklusif. Misi ini sejalan dengan Sumitronomics, membangun kekuatan ekonomi dari dalam, memperkuat fondasi struktural, dan memastikan kebijakan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Solikin mengusulkan strategi kebijakan terintegrasi dalam kerangka SEMANGKA. Delapan strategi SEMANGKA meliputi stabilitas makroekonomi dan keuangan, ekonomi syariah dan pesantren, makroprudensial inovatif, akselerasi reformasi struktural, navigasi stabilitas harga pangan, gerak UMKM dan ekonomi kreatif, keandalan digitalisasi sistem pembayaran, serta aksi bersama, sinergi, dan kolaborasi.

Solikin adalah satu dari tiga nama yang diusulkan Gubernur BI Perry Warjiyo untuk posisi Deputi Gubernur BI. Dua nama lainnya adalah Dicky Kartikayono dan Thomas Djiwandono. Salah satu dari ketiga calon ini akan menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Dicky dan Thomas dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada Senin, 26 Januari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *