Pasaman Barat – Abrasi Sungai Batang Kenaikan mengkhawatirkan warga Gunung Tuleh. Pergeseran aliran sungai mengancam puluhan rumah dan satu sekolah ambruk.
Warga Nagari Seberang Kenaikan mendesak pemerintah daerah bertindak cepat.
Penjabat Wali Nagari Seberang Kenaikan, Gafarli, prihatin atas abrasi parah yang dialami MTsN 7 Pasaman Barat.
"Perubahan aliran sungai membuat tanah di sekitar sekolah dan rumah warga labil," kata Gafarli, Kamis (29/1).
Curah hujan tinggi dan banjir sejak November hingga Desember menjadi penyebab utama pergeseran sungai.
Selain bangunan, ratusan hektare lahan persawahan dan fasilitas pertanian rusak akibat banjir.
Warga dekat tebing sungai resah dan sulit tidur saat hujan deras.
Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai dan penguatan tebing di sekitar permukiman dan sekolah.
Langkah cepat ini penting untuk mencegah kerugian lebih besar dan potensi korban jiwa.
Ratusan rumah lain di sepanjang Sungai Batang Kenaikan berpotensi mengalami ancaman serupa.
Penanganan menyeluruh dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencarian masyarakat.











