Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim berhasil menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Klaim ini didasarkan pada berbagai program intervensi yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, menegaskan pihaknya menjalankan arahan Presiden untuk menstabilkan harga pangan. "Sesuai arahan bapak presiden sejak sebelum Ramadan harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga," ujar Amran, Minggu (22/3/2026).

Amran meminta produsen memaksimalkan penyaluran stok pangan dan mengancam akan mencabut izin usaha bagi pihak yang menaikkan harga secara tidak wajar.

Selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H, pemerintah menjalankan sejumlah program intervensi pangan, termasuk distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta penyaluran bantuan beras dan minyak goreng kepada 32,3 juta keluarga penerima manfaat.

Bapanas mencatat realisasi penjualan beras SPHP hingga 19 Maret mencapai 42,3 ribu ton, dari target total 828 ribu ton untuk tahun 2026. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4,97 triliun untuk subsidi harga beras SPHP.

Realisasi Gerakan Pangan Murah secara nasional selama Maret 2026 telah mencapai 789 kali, menjangkau 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota. Selain GPM umum, pemerintah juga menggelar GPM khusus daging ayam beku berkualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP). GPM khusus ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet di 17 provinsi dan berlangsung hingga sehari sebelum Idul Fitri.

Program GPM khusus daging ayam beku ini merupakan kolaborasi antara Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk. GPM khusus lainnya juga dilakukan bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari untuk menyediakan daging sapi dan kerbau dengan harga terjangkau.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk menjaga dan mengendalikan harga pangan selama Ramadan 2026. Presiden mengapresiasi kinerja para menteri dalam upaya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *