Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan jumlah penumpang angkutan udara domestik dan internasional pada Februari 2026. Sektor penerbangan menjadi satu-satunya moda transportasi yang mengalami kontraksi secara tahunan (year on year).

Jumlah penumpang domestik tercatat 4,08 juta orang, turun 7,23 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 4,40 juta penumpang. Angkutan udara internasional juga menyusut 4,71 persen menjadi 1,51 juta penumpang.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan dalam konferensi pers pada Rabu, 1 April 2026, bahwa peningkatan jumlah penumpang secara tahunan justru terjadi pada moda transportasi lain.

"Tercatat, penumpang angkutan kereta api naik 2,94 persen menjadi 43,27 juta orang," ujarnya. Kemudian, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) tumbuh 1,49 persen menjadi 3,51 juta orang, serta angkutan laut domestik naik 0,15 persen menjadi 2,03 juta orang.

Meskipun demikian, jika ditinjau secara bulanan (month to month), seluruh moda transportasi mengalami penurunan jumlah penumpang pada Februari 2026.

Ateng menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor musiman. Menurutnya, penurunan ini terutama disebabkan karena bulan Februari merupakan periode "low season".

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *