Jakarta – Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) diminta tidak meniru pola organisasi masyarakat yang baru bergerak menjelang pemilu. Pesan itu disampaikan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Karyoto saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI KBPP Polri di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Karyoto yang mewakili Kapolri menegaskan, KBPP Polri harus hadir sebagai organisasi yang tidak hanya solid, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“KBPP Polri tidak boleh hanya sekedar organisasi yang solid tapi juga harus bermanfaat bagi masyarakat,” kata Karyoto.
Ia juga meminta pengurus dan anggota KBPP Polri terus meningkatkan daya juang dan daya bakti agar bisa menjadi perpanjangan tangan Polri di tengah masyarakat. Menurut dia, peran itu penting terutama dalam fungsi kepolisian seperti pembinaan masyarakat dan pencegahan narkoba.
Karyoto menilai Munas VI KBPP Polri menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja lima tahun terakhir sekaligus menyusun perbaikan dan inovasi organisasi untuk lima tahun ke depan.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan KBPP Polri Komjen Pol (Purn) Adang Dorodjatun mengingatkan organisasi itu agar memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan Asta Cita pemerintah sesuai bidang masing-masing. Ia juga meminta KBPP Polri ikut menjaga stabilitas dan ketenteraman masyarakat.
Ketua Umum KBPP Polri Dr. Evita Nursanty menyebut Munas VI sebagai langkah awal menuju visi baru organisasi, yaitu kemandirian.
“Kita punya visi Solid-Kuat-Modern, maka di masa berikutnya kita akan perkuat dengan visi baru yakni kemandirian,” kata Evita.
Ia menegaskan, perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan hal biasa, tetapi tidak boleh memicu perpecahan.
“Dalam organisasi soal beda pendapat adalah hal biasa, tapi tidak boleh membuat perpecahan apalagi merusak persaudaraan,” ujarnya.
Munas VI KBPP polri diikuti pengurus daerah dari 34 provinsi di Indonesia. Dari Sumatera Barat, delegasi yang hadir adalah Syafrizal Ucok sebagai ketua, Eko Yance Edrie sebagai sekretaris, dan Desriyanti sebagai bendahara.
Dalam forum tersebut, dua nama bersaing untuk posisi ketua umum, yakni evita Nursanty sebagai petahana dan bimo Suryono.











