Padang – DPD ASITA Sumatera Barat mendesak pemerintah segera memberi kepastian soal akses Lembah Anai yang hingga kini belum pulih sepenuhnya usai bencana akhir November lalu. Jalur utama penghubung Padang-Bukittinggi itu masih belum bisa dilalui bus pariwisata berukuran sedang maupun besar, sehingga mengganggu pergerakan wisata di Sumatera Barat.

Di tengah kondisi tersebut, ASITA juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang menindak praktik pungutan liar di kawasan itu. Polres Padang panjang dan Polda Sumbar dinilai bergerak tegas untuk menjaga citra pariwisata sekaligus memberi rasa aman bagi wisatawan.

ketua DPD ASITA Sumatera Barat, Nadirsyah Bakri, mengatakan Lembah Anai bukan hanya jalur penghubung, melainkan juga bagian dari daya tarik wisata yang menjadi magnet utama paket perjalanan ke Sumatera Barat.“Lembah anai sudah menjadi bagian dari destinasi wisata itu sendiri. Pengalaman melintasi kawasan ini adalah magnet utama dalam paket wisata sumatera Barat,” ujar Nadirsyah.

Ia menegaskan pelaku industri perjalanan membutuhkan kepastian kapan akses itu dibuka kembali agar mereka bisa menyusun jadwal kunjungan wisatawan secara tepat.

Dampak belum pulihnya akses juga dirasakan operator tur. Wakil Ketua I DPD ASITA Sumbar, Rezky Januar, mengatakan banyak reservasi terpaksa dibatalkan karena kendaraan wisata dialihkan ke jalur Sitinjau Lauik.

“Pengalihan ini menambah biaya operasional, memperpanjang waktu tempuh, serta meningkatkan risiko keselamatan bagi kendaraan wisata,” jelas Rezky.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya merugikan pelaku usaha, tetapi juga mengganggu kenyamanan wisatawan yang selama ini menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan.

Wakil Ketua II DPD ASITA Sumbar, Hanif, turut mendorong pemerintah mengambil langkah konkret terkait kebijakan lalu lintas di kawasan itu. Ia menyoroti regulasi yang belum jelas dan munculnya isu diskriminasi akses kendaraan yang memicu keresahan kalangan pelaku usaha.

“kami berharap pemerintah memberikan kepastian kebijakan yang adil dan transparan. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan serta mitra perjalanan yang selama ini menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan,” tutur Hanif.

ASITA Sumatera Barat berharap Pemerintah Provinsi segera memulihkan akses Lembah Anai secara normal.Untuk jangka pendek, asosiasi itu mengusulkan kebijakan khusus atau kemudahan akses bagi kendaraan pariwisata anggota ASITA agar arus kunjungan wisata kembali pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *