Bukittinggi – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan penguatan pendidikan karakter sebagai salah satu prioritas pembangunan pendidikan, termasuk melalui model pendidikan berasrama. Komitmen itu ditandai dengan diresmikannya Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi oleh Gubernur sumbar mahyeldi Ansharullah, Sabtu (18/7/2026).

Mahyeldi mengatakan, keberadaan asrama tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Sumbar untuk menyiapkan generasi perempuan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, mandiri, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut dia, pendidikan saat ini tidak cukup hanya mengejar nilai di atas kertas. Di tengah bonus demografi, pesatnya perkembangan teknologi, transformasi digital, dan kecerdasan artifisial, pendidikan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, beriman, berakhlak, serta tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Minangkabau.

Ia menilai Program Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi menjadi salah satu cara pemerintah daerah menghadirkan lingkungan belajar yang membentuk karakter peserta didik melalui kebiasaan sehari-hari.

“Bangunan asrama bukan sekadar susunan bata, semen, dan atap. Ini adalah ikrar bahwa masa depan anak-anak perempuan kita akan dijaga dengan sungguh-sungguh. Pendidikan akan selalu menjadi prioritas utama pembangunan,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, sistem pendidikan berasrama dipilih karena diyakini mampu menumbuhkan disiplin, religiusitas, kemandirian, kepemimpinan, semangat gotong royong, dan budaya belajar yang kuat.Nilai-nilai itu, kata dia, tidak hanya dibangun di kelas, tetapi juga lewat interaksi dan kebiasaan yang berlangsung setiap hari di lingkungan asrama.

Karena itu, Mahyeldi meminta para siswi memanfaatkan kesempatan tinggal di asrama untuk menempa diri menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.

“Asrama bukan pembatas kebebasan. Asrama adalah kesempatan emas yang tidak semua anak Indonesia miliki untuk membentuk diri menjadi pribadi tangguh sejak usia muda,” tegasnya.

Kepada orang tua, Mahyeldi juga meminta agar memberi kepercayaan penuh terhadap program tersebut. Ia memastikan pemerintah bersama sekolah dan para guru akan menjadi mitra sekaligus orang tua kedua yang mendampingi para siswi selama menempuh pendidikan di asrama.

Di sisi lain, ia berharap guru, komite sekolah, dan alumni SMAN 1 bukittinggi terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan program itu. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan pemerintah dan sekolah, tetapi juga dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Mahyeldi menilai pembangunan asrama sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia. manfaatnya, kata dia, bukan hanya dirasakan para peserta didik, tetapi juga akan berdampak pada kemajuan daerah ketika mereka tumbuh menjadi pemimpin, profesional, akademisi, atau pendidik yang berkontribusi bagi masyarakat.

“Program asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi adalah salah satu wujud nyata investasi jangka panjang. Harapan kita, dari Bukittinggi akan lahir pemimpin-pemimpin perempuan masa depan Indonesia yang membawa nama harum daerah dan bangsa,” ungkapnya.

Di akhir, Gubernur mengajak pemerintah, sekolah, orang tua, komite, hingga alumni untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan yang berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing di Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *