Aceh Tamiang – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan penyerahan 600 unit hunian sementara bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis, 8 Januari 2026. Pembangunan ini merupakan respons terhadap banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlibat sebagai kontraktor dalam proyek ini. "BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun," kata Dony dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).
Setelah rampung, unit rumah akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk didistribusikan kepada warga yang berhak. Danantara menargetkan pembangunan hingga 15 ribu unit hunian dalam tiga bulan ke depan.
Dony menambahkan, pemerintah bersama BUMN dan pemangku kepentingan lain akan melanjutkan pemulihan, termasuk mata pencaharian masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi lokal. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyediakan lahan pembangunan, sementara tujuh BUMN lain terlibat dalam konstruksi.
Tujuh BUMN tersebut adalah PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator lapangan, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., dan PT Nindya Karya (Persero). PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) membangun jaringan listrik, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. menyediakan konektivitas komunikasi.
Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), termasuk Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI, memberikan dukungan pembiayaan. Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani menegaskan, target pembangunan hunian di Aceh Tamiang telah ditetapkan sejak awal rencana pemulihan.
"Hunian sementara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat," kata Rosan. Ia menambahkan, pembangunan hunian sementara bukan solusi jangka pendek, melainkan bagian dari skala pemulihan yang lebih besar.











