Padang- Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) dan Pelatihan Kesehatan (Pelkes) Provinsi Sumatera Barat memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi. Sinergi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria yang ditujukan bagi para Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Daima Hotel, Kota Padang, Senin (8/6/2026).

Program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium dalam mendeteksi penyakit malaria secara presisi. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BKOM dan Pelkes Sumatera Barat, Afando Ekardo, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kuantan Singingi, Aswandi. Turut hadir dalam pembukaan tersebut jajaran panitia dari kedua instansi, serta instruktur pelatihan yakni Sry Rachmawati selaku Master of Training (MoT) dan Suhaini Aida selaku Training of Committee (ToC).

Afando Ekardo menekankan bahwa peran ATLM sangat krusial dalam sistem pelayanan kesehatan karena bertindak sebagai detektif medis yang membantu dokter dalam menegakkan diagnosis, memantau efektivitas pengobatan, serta melakukan upaya pencegahan penyakit. Menurutnya, profesi ini menuntut ketelitian tinggi serta pemahaman mendalam terhadap prosedur laboratorium dan perkembangan teknologi medis terkini.

“Profesi detektif medis memerlukan ketelitian tinggi dan pemahaman mendalam tentang prosedur laboratorium serta teknologi medis terbaru karena tugasnya meliputi pengambilan berbagai jenis sampel biologis seperti darah, urine, feses, dahak, dan jaringan tubuh,” ujar Afando Ekardo.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kuantan Singingi, Aswandi, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis daerah untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan teknis para tenaga kesehatan di lapangan. Peningkatan kapasitas ini diharapkan berdampak langsung pada akurasi hasil pemeriksaan laboratorium yang menjadi acuan utama dalam penanganan medis pasien, khususnya dalam kasus malaria yang memerlukan identifikasi mikroskopis yang tepat.

“Pelatihan yang diberikan kepada ATLM merupakan bagian dari upaya mengupgrade ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang laboratorium,” tegas Aswandi.

Pelatihan penyegaran ini menjadi instrumen penting dalam mendukung program eliminasi malaria di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kuantan Singingi. Melalui kolaborasi ini, BKOM dan Pelkes Sumatera Barat berperan sebagai penyedia fasilitasi pelatihan yang memastikan standar kompetensi tenaga laboratorium tetap terjaga sesuai dengan perkembangan kebutuhan medis nasional. Fokus utama pelatihan mencakup teknik mikroskopis terbaru yang memungkinkan deteksi parasit malaria secara lebih cepat dan akurat.

Penyelenggaraan kegiatan di Padang ini sekaligus mempertegas komitmen kedua instansi dalam membangun jejaring kerja sama lintas daerah yang berkelanjutan. Dengan adanya pembaruan ilmu secara berkala, tenaga ATLM diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal dalam sistem kesehatan masyarakat, mengingat peran mereka yang sangat vital dalam rantai diagnosis medis yang akurat dan berbasis data ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *