Jakarta – Program Kampung Nelayan Merah Putih terus berkembang, menciptakan 17.550 lapangan kerja di seluruh Indonesia. Inisiatif yang tersebar di 65 lokasi ini menunjukkan dampak positif signifikan bagi masyarakat pesisir.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa program ini menyerap tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, perikanan, hingga operasional program. Setiap daerah rata-rata menyerap 270 tenaga kerja.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengungkapkan, "Peningkatan tenaga kerja ini sejalan dengan mandat presiden dalam asta cita, khususnya penciptaan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi lokal," Rabu (7/1/2026).
Lotharia menjelaskan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahap I fokus pada 65 titik di seluruh Indonesia. Tahap II akan menyusul dengan 35 titik tambahan. Program ini ditargetkan mencapai 1.100 titik pembangunan.
Pemerintah memprioritaskan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperluas lapangan pekerjaan. Model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif juga akan dikembangkan di wilayah kampung.
Pemerintah berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian daerah. "Ini adalah kesempatan nyata bagi masyarakat pesisir untuk bangkit secara ekonomi dan sosial," tegas Lotharia.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 1.100 kampung nelayan terwujud pada tahun 2026. Tujuannya untuk mendorong swasembada pangan, khususnya dari peternakan dan perikanan.
"Rakyat kita, anak-anak kita harus makan protein yang banyak," ujar Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Prabowo optimistis program ini akan berhasil, didorong oleh peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan yang telah terlihat.











