Jakarta – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tancap gas mengejar target Program Nasional 3 Juta Rumah dengan memprioritaskan penuntasan backlog perumahan sebanyak 18.500 unit. Upaya ini diwujudkan melalui sinergi intensif dengan kementerian Perumahan dan Kawasan permukiman (PKP) untuk membenahi hunian warga di daerah tersebut.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menemui Menteri PKP, Maruarar Sirait, di kawasan Kampung Gotong Royong, Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). Pertemuan strategis tersebut turut disaksikan oleh Kepala badan Komunikasi RI, M. Qodari, dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.

Dalam pertemuan itu, Menteri Maruarar mengajak Bupati Annisa meninjau langsung proyek percontohan penataan kawasan kumuh menjadi hunian modern. Model penataan ini diharapkan dapat diadaptasi di Dharmasraya guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak huni bagi masyarakat.

Bupati annisa memaparkan bahwa tantangan pemenuhan hunian di wilayahnya cukup kompleks. Selain backlog 18.500 unit, terdapat 2.766 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta 23.598 kepala keluarga dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah yang memerlukan intervensi pemerintah.

“Kami melaporkan keberadaan 34 lokasi kawasan kumuh seluas 229,90 hektare yang mendesak untuk segera dibenahi, mulai dari infrastruktur dasar, sanitasi, hingga pengelolaan persampahan,” ujar Annisa.

Untuk menuntaskan persoalan tersebut, Pemkab Dharmasraya mengajukan dukungan melalui program Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS) dan Bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU). Selain itu, daerah juga mengusulkan pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan aparatur sipil negara.Annisa menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran target nasional tersebut. “Kami berkomitmen menyediakan data yang valid, lahan, serta memberikan kemudahan perizinan demi kelancaran program ini,” tegasnya.

Langkah ini didasari oleh rekam jejak positif Dharmasraya dalam penataan kawasan kumuh sebelumnya, yakni keberhasilan revitalisasi Pasar Lama Pulau Punjung seluas 15,4 hektare dengan nilai bantuan Rp6,2 miliar.Pemkab berharap kolaborasi dengan Kementerian PKP kali ini mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian berkualitas.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.