Jakarta – Libur nasional picu lonjakan wisatawan nusantara hingga 1,02 miliar perjalanan pada 2024,menurut kajian terbaru Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Kajian “Dampak Libur Nasional terhadap Sektor Pariwisata” menyoroti peluang dan tantangan dalam memanfaatkan momentum ini untuk pertumbuhan ekonomi.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menyebut libur nasional sebagai pemicu utama pergerakan wisatawan.

Namun, pemanfaatannya belum merata, dengan beberapa destinasi kewalahan menghadapi lonjakan kunjungan dan keterbatasan layanan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat lonjakan signifikan pada periode libur sekolah, cuti bersama, dan hari raya nasional.Kenaikan mobilitas wisatawan berdampak positif pada okupansi hotel, restoran, transportasi, dan UMKM lokal.

Tantangan seperti kemacetan,fasilitas publik terbatas,dan isu kebersihan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah.

Asisten Deputi Manajemen Strategis Kemenpar, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, menambahkan kajian ini juga mendalami dampak libur sekolah di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat.Hasil penelitian menunjukkan kenaikan okupansi hotel hingga 60 persen, kunjungan destinasi melonjak 73,1 persen, dan peningkatan pendapatan hotel serta destinasi.

Liburan sekolah juga mempererat hubungan keluarga,dengan 58,9 persen wisatawan memilih berlibur bersama keluarga.

Kajian ini memberikan rekomendasi penguatan promosi berbasis kalender libur nasional, manajemen kapasitas destinasi, dan peningkatan kualitas layanan.

Dewi berharap kajian ini menjadi dasar kebijakan yang adaptif dan tepat sasaran untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah dan memperkuat ekosistem pariwisata nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *