Jakarta – PT Adhi Karya (Persero) Tbk memproyeksikan peluang bisnis sektor konstruksi nasional tetap menjanjikan sepanjang tahun 2026.

Perusahaan optimistis kebutuhan pembangunan infrastruktur strategis akan terus meningkat guna mendukung program prioritas pemerintah.

Direktur Utama Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menyatakan bahwa kebutuhan pembangunan di Indonesia masih sangat terbuka, terutama yang sejalan dengan visi Asta Cita.

“Kami melihat prospek bisnis konstruksi nasional masih cukup besar. Kebutuhan pembangunan di Indonesia tetap terbuka dan sejalan dengan program pemerintah melalui Asta Cita,” ujar Moeharmein saat diwawancarai pada Selasa (6/10/2026).

Menurut Moeharmein, fokus pembangunan saat ini mencakup sektor swasembada pangan, energi, hilirisasi, industrialisasi, hingga penguatan sumber daya manusia.

Adhi Karya kini aktif menggarap berbagai proyek strategis, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, Jalan Tol Solo–Yogyakarta, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, hingga fasilitas pendukung sektor perikanan.

Perusahaan juga berkomitmen menjalankan arahan Danantara untuk kembali fokus pada bisnis inti atau back to core business agar pertumbuhan menjadi lebih sehat.

“Pengembangan bisnis tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas dan kesehatan bisnis itu sendiri,” jelasnya.

Hingga Agustus 2026, Adhi Karya mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp8,9 triliun, di mana 92 persen di antaranya disumbang dari lini Engineering and Construction.

Saat ini, perseroan tengah mengelola 117 proyek aktif yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Moeharmein menegaskan bahwa perusahaan akan terus memastikan setiap proyek dijalankan dengan manajemen risiko yang terukur serta struktur kontrak yang sehat guna memberikan nilai tambah berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *