Arosuka – Kompleks Kantor Bupati Solok di Arosuka dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam akibat karakteristik topografi dan jenis tanah yang tidak stabil.
Kondisi geografis wilayah ini berada di lembah sempit di kaki Gunung Talang dengan kemiringan lereng di area perkantoran mencapai 15 hingga 40 persen.
“Perbukitan terjal di belakang kantor bupati dengan kemiringan di atas 40 persen kondisinya sudah gundul dan banyak dijadikan kebun sayur, ini merupakan sumber longsor yang sewaktu-waktu bisa menghantam,” demikian dijelaskan dalam analisis topografi kawasan tersebut.
Dominasi tanah di kawasan ini adalah jenis Andosol yang mencapai 80 persen dari total wilayah.
Tanah Andosol memiliki sifat ringan, gembur seperti busa, serta sangat subur karena berasal dari abu vulkanik Gunung Talang.
Namun, karakteristik tanah ini berisiko tinggi karena mampu menyerap air hujan hingga 150-200 persen dari bobotnya.
Saat jenuh air, tanah Andosol berpotensi berubah menjadi bubur yang memicu longsor, terutama pada lahan dengan kemiringan curam yang vegetasinya telah rusak.
Selain rawan longsor, tanah Andosol memiliki daya dukung rendah sehingga tidak ideal menopang bangunan berat tanpa pondasi khusus yang mencapai tanah keras.
Untuk meminimalisir risiko bencana di kawasan tersebut, diperlukan langkah mitigasi teknis yang ketat sebelum melakukan pembangunan.
Langkah mitigasi yang disarankan meliputi pengecekan tanah melalui uji boring SPT hingga kedalaman 10-15 meter untuk menemukan lapisan tanah keras.
Selain itu, konstruksi bangunan di area lereng wajib menggunakan dinding penahan tanah (retaining wall) beton bertulang dengan sistem drainase yang baik.
Pengaturan aliran air menjadi poin krusial, di mana saluran air (catch drain) harus dibuat di atas area perkantoran untuk memotong aliran air dari hulu Gunung Talang.
“Perkuat lereng dengan terasering, buat sabo dam di hulu sungai, serta tanam vegetasi berakar panjang seperti rumput vetiver, pohon suren, atau pinus sebagai penguat alami,” tambahnya.
Pihak pengelola disarankan untuk tidak menggunakan tanah Andosol asli sebagai urugan dan menggantinya dengan pasir batu yang dipadatkan.
Terakhir, kawasan perkantoran diimbau untuk tidak menutup halaman dengan pengecoran semen, melainkan menggunakan paving block berpori agar air tetap dapat meresap ke dalam tanah.










