Padang – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ekasakti (Unes) Padang mengunjungi studio Padang TV pada Jumat (19/12) untuk mempelajari proses produksi berita.

Kunjungan bertema “Bagaimana Padang TV Mengemas Suatu Berita Hingga Sampai ke Tangan Audiens” ini disambut Manajer Marketing Padang TV, Defri Mulyadi.

Dalam diskusi, Defri Mulyadi menekankan bahwa jurnalisme bukan hanya profesi, melainkan “tiket emas” menuju masa depan.

“Seseorang yang terjun ke dunia jurnalistik akan lebih mudah mencari peluang kerja karena memiliki jaringan yang luas dan keterampilan komunikasi yang kuat,” ujar Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar itu.

Ia menekankan bahwa jurnalisme menuntut pengabdian total dan tidak mengenal jam kerja kaku. “Jika bencana terjadi pukul 12 malam, maka detik itu juga jurnalis harus turun ke lapangan,” tambahnya.

Mahasiswa juga mempelajari format penyajian berita di Padang TV, yaitu live report (siaran langsung), live by phone (laporan via telepon), paket (berita yang diedit), dan live on graphic (penjelasan berita dengan visual).

Defri Mulyadi menjelaskan perbedaan teknis antara berita cetak dan televisi, termasuk penggunaan huruf kapital dalam naskah TV, durasi singkat (2-3 menit), dan proses dubbing.

Naskah TV disederhanakan dengan hanya menggunakan koma dan titik.

Menjawab pertanyaan tentang kebebasan pers, Defri Mulyadi menegaskan bahwa Padang TV adalah pembela utama.

“Jika ada pihak yang menodai kebebasan pers, kami adalah garda terdepan yang akan membela,” tegasnya.

Terkait peran media dalam mitigasi bencana, Defri Mulyadi mengkritik respons pemerintah daerah pascabanjir.

“Kami mengkritik keras komunikasi pemerintah yang dinilai kurang empatik terhadap korban. Padang TV akan terus mendorong akuntabilitas pemerintah dalam mitigasi bencana,” ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan tentang pengelolaan 14 program siaran langsung dengan 20 karyawan, Defri Mulyadi menjelaskan bahwa Padang TV menerapkan sistem multi-tasking.

“Di Padang TV, kami dibiasakan menguasai semua lini pekerjaan. Setiap orang harus bisa menjalankan berbagai fungsi divisi. Selain itu, kami didukung koneksi dan peralatan yang mumpuni untuk efisiensi kerja,” pungkasnya.

Kunjungan diakhiri dengan foto bersama mahasiswa Unes dan tim redaksi Padang TV. Dosen Jurnalistik Eriandi turut mendampingi kunjungan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *