Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan ternak, menargetkan penyaluran dimulai bulan ini. Langkah ini bertujuan menstabilkan harga produk peternakan unggas, seperti telur dan daging ayam.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan persiapan program terus dikebut dengan dukungan anggaran yang telah dialokasikan.
"Program SPHP jagung pakan terus dikebut persiapannya. Anggaran sudah siap," ujar Ketut dalam keterangan tertulis, Minggu, 5 April 2026.
Pemerintah mengalokasikan 242 ribu ton cadangan jagung dengan total anggaran Rp 678 miliar. Bapanas sedang memfinalisasi data peternak penerima manfaat.
Penentuan penerima dilakukan melalui verifikasi bersama antara Bapanas, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.
Penyaluran SPHP jagung pakan akan difokuskan pada wilayah yang bukan sentra produksi jagung atau tidak sedang panen raya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang 2025 mencapai 16,16 juta ton. Dengan konsumsi nasional 15,23 juta ton, terdapat surplus 0,93 juta ton.
Hingga 2 April, realisasi pengadaan jagung dalam negeri mencapai 125,2 ribu ton, atau 123,9 persen dibandingkan realisasi pengadaan tahun 2025. Saat ini, Bapanas mencatat stok cadangan jagung nasional 168 ribu ton.
Selain SPHP, pemerintah menugaskan Perum Bulog menyerap 1 juta ton jagung dari petani sesuai instruksi yang berlaku.











