Painan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar simulasi penyelesaian sengketa Pemilu sebagai upaya memperkuat kesiapan jajaran pengawas menghadapi potensi sengketa pada Pemilu mendatang.

Simulasi kali ini mengangkat tema adjudikasi dengan fokus pada pembacaan permohonan dan jawaban termohon. Dalam praktiknya, sidang dibuka ketua majelis dengan memeriksa kehadiran pemohon dan termohon, sekaligus memastikan apakah keduanya didampingi kuasa hukum.

Pada simulasi tersebut, kedua pihak hadir tanpa kuasa hukum. Majelis kemudian memeriksa kartu identitas para pihak sebelum mempersilakan pemohon membacakan permohonan dan termohon menyampaikan jawaban secara langsung.

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, mengatakan penguatan kelembagaan menjadi hal penting agar seluruh tahapan demokrasi berjalan sesuai aturan. “Penyelesaian sengketa menjadi salah satu tugas Bawaslu menjaga demokrasi. Kami harus punya pemahaman yang kuat,” kata Afriki seusai simulasi di ruang pertemuan kantor setempat, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan,simulasi adjudikasi ini diharapkan membuat seluruh pengawas Pemilu semakin memahami teknis penyelesaian sengketa. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan dapat berlangsung profesional dan berorientasi pada penegakan keadilan pemilu.

Sejumlah pimpinan dan jajaran sekretariat juga hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir di antaranya Anggota Bambang Putra niko, Nurmaidi, dan Syafrizal; Kepala Sekretariat Rinaldi; Kepala subbagian Pengawasan Ashari; Kepala Subbagian Hukum, Humas, Data dan Informasi Riyan Alghi Fermana; Kepala Subbagian Penanganan pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sindy syahmita; serta staf dari seluruh divisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *