Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyiapkan dana hingga Rp 5 triliun untuk pembelian kembali (buyback) saham, bertujuan menjaga stabilitas pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor. Aksi korporasi ini akan berlangsung 12 bulan, dimulai setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menyampaikan buyback saham ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan. "Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan," ujar Hera, Kamis (29/1/2026).

Hera menjelaskan pelaksanaan buyback dapat dihentikan lebih awal sesuai ketentuan berlaku. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10 persen dari modal disetor perseroan. BCA memastikan aksi buyback ini tidak menyebabkan penurunan modal di bawah batas minimum yang ditetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Pada akhir Desember 2025, BCA mencatatkan laba bersih Rp 57,5 triliun, meningkat 4,9 persen secara tahunan. Kredit BCA tumbuh 7,7 persen menjadi Rp 993 triliun, dengan rata-rata pertumbuhan 10,8 persen sepanjang 2025. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen menjadi Rp 1.249 triliun, dengan CASA (Current Account Savings Account) naik 13,1 persen mencapai Rp 1.045 triliun. BCA menegaskan komitmen menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi seluruh peraturan berlaku dalam setiap kegiatan operasionalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *