Bukittinggi – Kota Bukittinggi merayakan hari jadinya yang ke-241, menjadi momentum refleksi pembangunan dan tata kelola kota. Pemerintah Kota Bukittinggi memberikan penghargaan kepada tokoh berjasa dalam perayaan tersebut.
Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. "Semoga di tahun depan ada inovasi-inovasi baru yang perlu dikembangkan untuk mewujudkan masyarakat Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya," kata Syaiful.
Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra, menjelaskan penetapan 22 Desember sebagai Hari Jadi Kota Bukittinggi berdasarkan hasil seminar yang bertujuan untuk mengetahui landasan historis kota.
Tokoh masyarakat, Rudi Gunawan Syarfi, menyoroti peran Bukittinggi dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pemerintah kota dalam memperkuat Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa Bukittinggi memiliki sejarah panjang sejak awal terbentuk hingga pascakemerdekaan. "Dengan rekam jejak sejarah tersebut, Bukittinggi layak disebut sebagai Kota Perjuangan," tegasnya.
Pemko Bukittinggi telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2025–2029 dengan visi “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya”. Visi ini akan diwujudkan melalui program unggulan di bidang sumber daya manusia, ekonomi, infrastruktur, perlindungan sosial, dan tata kelola pemerintahan.
Pada tahun 2025, Bukittinggi telah menyelenggarakan beberapa event besar, termasuk Musyawarah Komisariat Wilayah I APEKSI dan MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-41. Selain itu, berbagai kegiatan pembangunan juga telah dilakukan di bidang pendidikan, keuangan daerah, infrastruktur, dan penataan kota.
Untuk tahun 2026, Pemko Bukittinggi telah merencanakan berbagai program dan kegiatan strategis, termasuk pembangunan infrastruktur dasar dan pengembangan sistem penyediaan air minum.
Asisten III Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, mengapresiasi sinergi antara Wali Kota, DPRD, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga adat dan kearifan lokal.











