Padang – Dinas Pertanian Kota Padang memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak melalui penyediaan 700 dosis vaksin gratis. Langkah ini diambil sebagai benteng pertahanan utama untuk meminimalisir ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kerap mengintai aset para peternak.
Kepala UPT Puskeswan Dinas Pertanian Kota Padang, drh. yasir Irawan, menyebutkan bahwa tingginya arus lalu lintas ternak dari luar daerah, terutama dari wilayah Sumatera Utara seperti Kisaran dan Asahan, menjadi faktor utama risiko penyebaran virus.
“Pola lonjakan kasus ini memiliki tren linier dengan tingginya mobilitas ternak yang masuk ke Kota Padang,” ujar Yasir, Selasa (7/7/2026).
Meski vaksin diberikan secara cuma-cuma, pemerintah menetapkan kriteria ketat bagi hewan penerima. Ternak harus dalam kondisi sehat, telah beradaptasi di lokasi baru minimal satu minggu, berusia di atas tiga bulan, serta tidak dalam kondisi bunting.
Yasir menekankan pentingnya deteksi dini oleh peternak terhadap gejala klinis PMK. Ia menjelaskan bahwa penyakit ini ditandai dengan munculnya lepuh mirip sariawan dan produksi air liur berlebihan.
“Sementara pada kuku,terjadi luka di celah kuku yang berpotensi mengelupas dan memicu belatung jika terlambat ditangani,” jelasnya. Jika diabaikan, kondisi tersebut dapat berakibat fatal hingga memaksa peternak melakukan potong paksa.
Di sisi lain,otoritas pertanian mencatat adanya peningkatan kesadaran peternak di padang dalam menerapkan biosecurity kandang dibandingkan tahun 2022. Peternak kini dinilai lebih tenang dan sigap dalam merespons indikasi penyakit.
Pemerintah Kota Padang pun menjamin kesiapan tim medis dari UPT Puskeswan dan Bidang Kesehatan Hewan untuk merespons laporan warga.
“Setiap kali ada laporan indikasi kasus dari masyarakat, tim penanganan medis akan langsung diterjunkan ke lapangan guna melakukan penanganan terpadu secara cepat,” tegas Yasir.











