Pekanbaru – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menggelar bakti sosial yang melibatkan seluruh kepala sekolah SD dan SMP Negeri, Kamis (22/5/2024). Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025.

Aksi bersih-bersih dan penanaman pohon ini merupakan wujud komitmen dunia pendidikan terhadap pelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar-satuan pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Pekanbaru, Dr. Irpan Maidelis, menjelaskan kegiatan gotong royong dilaksanakan selama dua hari.

Kepala sekolah SD Negeri telah melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan Dinas Pendidikan pada Kamis.

Jumat, giliran kepala sekolah SMP Negeri bersama perwakilan tenaga kependidikan melakukan pembersihan area dan penanaman pohon.

“Di sini ada penanaman pohon, pembersihan sampah, daun-daun, serta perapian pekarangan di sekitar Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru,” ujar Dr. Irpan.

Ia mengimbau seluruh kepala sekolah berpartisipasi dalam penghijauan dan menjaga keindahan lingkungan dinas.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi memiliki tujuan penting: mempererat silaturahmi antar-kepala sekolah serta menumbuhkan kecintaan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Gerakan serupa juga akan berlangsung serentak di seluruh satuan pendidikan pada Sabtu besok, sesuai surat edaran Disdik,” jelas Dr. Irpan.

Mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP, seluruh sekolah di Pekanbaru akan melaksanakan gotong royong bersama sebagai bagian dari peringatan HGN tahun 2025 sekaligus mendukung penilaian Adipura Kota Pekanbaru.

“Ini adalah Hari Guru Nasional dengan tema Guru Hebat, Indonesia Kuat,” kata Dr. Irpan.

Pihaknya mengajak seluruh guru untuk turut menyukseskan program-program Wali Kota Pekanbaru, termasuk gerakan penghijauan ‘Grand City’.

“Kami juga mendorong sekolah-sekolah menerapkan konsep green school demi mendukung visi mewujudkan Pekanbaru Hijau,” tutupnya.

disdik Kota Pekanbaru berharap momentum Hari Guru Nasional tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi para pendidik, tetapi juga pemantik gerakan bersama dalam merawat lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *