Jakarta – Nama Sufmi Dasco Ahmad kembali menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional. Ketua Harian Partai Gerindra itu disebut memegang peran penting dalam mengatur arah politik koalisi, di saat berbagai dugaan miring terhadap dirinya kembali ramai dibicarakan di ruang digital.
Dalam sejumlah obrolan politik, peluang Dasco menempati posisi strategis di pemerintahan ikut mengemuka. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul ialah, “mengapa harus Don Dasco menjadi Mendagri?” Wacana itu sekaligus menghidupkan kembali perhatian publik terhadap rekam jejak dan pengaruh Dasco di lingkar kekuasaan.
Sejumlah tudingan yang beredar di jagat maya terhadap dirinya hingga kini belum pernah terbukti secara hukum. dalam pandangan politik, rumor semacam itu kerap dibaca sebagai tanda adanya pergeseran kepentingan dan peta kekuasaan.
Di internal Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad tak hanya dikenal sebagai Ketua Harian. Ia juga kerap dijuluki “Don” oleh kalangan tertentu karena dinilai memiliki pengaruh besar dalam mengendalikan mesin politik partai. Di kalangan aktivis pers dan intelijen, ia juga disebut dengan sebutan Ketua Umum DPR.
sumber di lingkaran dalam bahkan mengaitkan Dasco dengan skenario politik ekstrem jika terjadi keadaan darurat di pemerintahan. Dalam asumsi itu, dasco dinilai sebagai sosok paling logis untuk mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka apabila Presiden Prabowo Subianto mangkat. Dengan posisi tersebut, ia dianggap layak menempati kursi yang lebih tinggi dari sekadar menteri. Jika Prabowo bertahan hingga Pemilu 2029, dasco juga disebut berpeluang besar mengawal kemenangan Prabowo-Gibran untuk kedua kalinya.
Pengaruh Dasco yang dikisahkan begitu kuat disebut tidak hadir begitu saja. Jaringannya dikatakan menyebar di sejumlah sektor penting.
Pertama, bidang hukum.Sebagai mantan Wakil ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan alumnus Komisi III DPR,ia disebut akrab dengan para petinggi aparat penegak hukum.
Kedua, struktur partai. Sebagai Ketua Harian, alur instruksinya dinilai mengalir dari DPP hingga ke tingkat ranting di daerah.
ketiga, jaringan aktivis. Dasco disebut piawai merangkul aktivis lintas generasi dan kalangan buruh untuk meredam potensi gejolak di jalanan.
Keempat, korporasi. Pengaruhnya dikatakan masuk ke penataan posisi strategis di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kelima, parlemen. Sebagai Wakil Ketua DPR, ia dinilai mudah mengamankan dan meloloskan kebijakan strategis pemerintah.
Keenam, media massa. Hubungan persuasifnya dengan para pemimpin redaksi disebut turut membantu membangun narasi politik yang lebih menguntungkan. Selain itu, ia juga disebut menempatkan dewas LPP dan komisaris BUMN di organisasi wartawan.
Ketujuh, bisnis. Latar belakangnya sebagai mantan direktur di berbagai perusahaan keamanan dan firma hukum disebut memberi dukungan logistik yang kuat untuk menggerakkan strategi koalisi.
Kedelapan, kaderisasi. Dengan sumber daya yang dimiliki, Dasco dinilai mampu mengorkestrasi kader muda di lingkar Hambalang yang disiapkan presiden untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.Kelompok yang dikenal sebagai satria Jedi, lalu berubah menjadi Hambalang boys, disebut menjadi jangkar utama dalam menghubungkan agenda Presiden dengan berbagai kelompok.
Kesembilan, belum pernah menjadi tersangka. Hingga saat ini, dugaan miring dalam jejak digital Dasco belum terbukti di pengadilan. tanpa putusan hakim, figur yang dijuluki “Don Kancil” dari Senayan itu tetap melenggang dan disebut mengantongi kunci penting dalam orkestrasi politik nasional.










