Singapura – Integrasi nilai budaya dan moral dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi fokus utama Indonesia dalam konferensi internasional Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) 2026 di Singapura, Jumat (10/7/2026).

Perwakilan Indonesia, Dr. Rosita Medina, menegaskan bahwa keluarga harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus menanamkan fondasi moral dan kecintaan terhadap jati diri bangsa sejak dini.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu menanamkan nilai moral, karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya sejak anak berada pada usia dini,” ujar Rosita Medina di sela-sela pembukaan konferensi.

Rosita,yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Provinsi DKI Jakarta,memandang orang tua memiliki tanggung jawab strategis sebagai model sekaligus fasilitator bagi generasi masa depan.Ia berkomitmen membawa hasil diskusi dari forum global ini untuk memperkuat program pendidikan berbasis keluarga dan adat di tanah air.

Konferensi yang berlangsung hingga Minggu (12/7) ini mempertemukan para akademisi dan praktisi pendidikan dari seluruh Asia Pasifik. forum ini menjadi ajang strategis bagi Indonesia untuk memperluas jejaring internasional serta menjajaki kolaborasi lintas negara.

Melalui kemitraan global dan integrasi nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum modern, Rosita optimistis kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia akan semakin inklusif dan berdaya saing tanpa kehilangan akar budayanya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.