Agam – Serangkaian gempa bumi mengguncang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (28/12/2025) pagi, menyebabkan kepanikan di kalangan warga. Empat gempa tercatat terjadi dalam waktu kurang dari satu jam, mulai pukul 09.11 WIB hingga 10.01 WIB.
Getaran gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Tanah Datar, Padang Panjang, Bukittinggi, Padang Pariaman, dan Kota Padang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa rangkaian gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Gempa pertama tercatat pada pukul 09.11 WIB dengan magnitudo 4,6. Pusat gempa berada di darat, sekitar 32 kilometer dari Gadut, Kabupaten Agam, pada kedalaman 10 kilometer.
Hanya berselang empat menit, gempa kedua kembali mengguncang pada pukul 09.15 WIB. BMKG mencatat gempa kedua ini memiliki lokasi pusat dan kedalaman yang sama dengan gempa pertama, yaitu di wilayah Kabupaten Agam dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan ketiga terjadi pada pukul 09.51 WIB dengan magnitudo 3,3. Pusat gempa berada di koordinat 0,17 Lintang Selatan dan 100,11 Bujur Timur, atau sekitar 17 kilometer timur laut Agam, dengan kedalaman 11 kilometer.
Gempa keempat menyusul pada pukul 10.01 WIB dengan magnitudo 2,9. Lokasi gempa ini berada di 0,17 Lintang Selatan dan 100,09 Bujur Timur, sekitar 16 kilometer timur laut Agam, dengan kedalaman 15 kilometer.
Meskipun magnitudo gempa susulan cenderung lebih kecil, getaran dari gempa awal dirasakan cukup kuat oleh warga di berbagai daerah. Sejumlah warga dilaporkan sempat keluar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap guncangan berulang.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gempa susulan, mengingat Sumatera Barat merupakan wilayah yang aktif secara seismik.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG dan instansi berwenang lainnya. Informasi yang akurat dan terpercaya sangat penting untuk menghindari penyebaran berita bohong (hoax) yang dapat memperburuk situasi.











