Bungo – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo membentuk sekaligus menggelar rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) Kabupaten Bungo 2026 di Hotel amaris Bungo, Rabu (13/05/2026). Kegiatan ini memperkuat kerja sama antarlembaga dalam mengawasi keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Kabupaten bungo.

Sejumlah instansi hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kesbangpol Kabupaten Bungo, Dukcapil kabupaten Bungo, Disnakertrans Kabupaten Bungo, Satpol PP Kabupaten Bungo, Intelkam Polres Bungo, Intel Kodim 0416/Bute, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bungo, Kementerian Agama Kabupaten Bungo, Kementerian Haji Kabupaten Bungo, Polsek Jujuhan, Camat Jujuhan, serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Pembentukan TIM PORA Kabupaten Bungo ditetapkan oleh Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Joni Rumagit, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi jambi.

Dalam sambutannya, Joni menegaskan pentingnya koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi agar pengawasan terhadap orang asing berjalan efektif dan tepat sasaran. “Tim Pengawasan Orang Asing merupakan wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing. Melalui sinergi antarinstansi, diharapkan pengawasan dapat berjalan lebih optimal demi menjaga stabilitas dan keamanan wilayah,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo, Ferry Rizki baifat, juga menilai pembentukan TIM PORA sebagai langkah penting untuk memperkuat pengawasan keimigrasian di wilayah kerjanya. “Kami berharap TIM PORA Kabupaten Bungo dapat menjadi sarana koordinasi yang efektif antarinstansi sehingga pengawasan orang asing dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan responsif. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mendukung penegakan hukum keimigrasian di daerah,” kata Ferry.

Kegiatan berlangsung lancar dan ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengawasan orang asing secara terintegrasi di Kabupaten Bungo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *