Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menunda finalisasi negosiasi tarif perdagangan hingga Februari 2026. Penundaan ini dilakukan untuk menyesuaikan jadwal pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa perundingan secara teknis telah rampung. "Tinggal jadwal saja," kata Airlangga usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Airlangga menegaskan tidak ada kendala berarti dalam perundingan antara kedua negara. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, penundaan jadwal bukan disebabkan masalah substansi perundingan.

"Mungkin di pekan kedua bulan Februari," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Prasetyo menjamin materi perundingan tidak mengalami kendala. Penundaan hanya terkait penyesuaian waktu dan pengaturan titik temu antara kedua negara.

Negosiasi dagang ini bermula setelah AS menetapkan tarif tambahan sebesar 32 persen terhadap barang impor asal Indonesia pada April tahun lalu. Pemerintah Indonesia aktif melobi agar tarif impor atas sejumlah komoditas asal Tanah Air diturunkan.

Pada Juli 2025, Trump menurunkan tarif tambahan menjadi 19 persen setelah bernegosiasi dengan Prabowo. Pemerintah Indonesia terus berupaya menurunkan tarif lebih lanjut, bahkan hingga nol persen untuk komoditas seperti minyak sawit mentah, kakao, kopi, dan karet.

Airlangga sebelumnya menargetkan perundingan tarif dagang rampung akhir tahun 2025 dan penandatanganan kesepakatan dagang pada akhir Januari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *