Jakarta – Pemerintah Indonesia menggandeng Temasek Holdings (Singapura) dan Khazanah Nasional (Malaysia) untuk menarik investasi asing. Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan hal ini dalam forum CNA Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Rosan menjelaskan bahwa fokus kerja sama investasi ini akan tertuju pada proyek-proyek regional. Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen dan percepatan implementasi kebijakan menjadi kunci utama. "Kami yakin berada di jalur yang benar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, tetapi kami perlu mempercepat implementasinya," tegas Rosan.

Realisasi investasi tahun lalu mencapai US$ 120 miliar, melampaui target nasional. Menurut Rosan, capaian ini didukung kolaborasi pemerintah, swasta, dan investor asing. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga 2029, Indonesia membutuhkan investasi sekitar US$ 800 miliar.

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan total investasi US$ 500 miliar pada periode 2014-2024. Rosan menekankan bahwa tantangan ke depan bukan hanya mengejar nilai investasi, tetapi juga memastikan kualitas investasi. Penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Arah pembangunan Indonesia sejalan dengan tren global yang menekankan investasi berkualitas sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *