Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama, menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri. Penunjukan ini berlaku efektif sejak 30 Januari 2026.

Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey mengonfirmasi penunjukannya pada Rabu, 4 Februari 2026, di Gedung BEI. "Ya (sudah ditunjuk)," ujarnya.

Jeffrey menjelaskan bahwa ia tidak akan menjabat sebagai Direktur Utama secara definitif. Masa jabatannya akan berlangsung hingga Juni 2026, saat periode direksi saat ini berakhir. Proses pengangkatan direksi baru akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 58 Tahun 2016.

Pengunduran diri Iman dipicu oleh gejolak perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu. Ia menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab. "Saya percaya ini bentuk tanggung jawab saya selaku Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujar Iman pada Jumat, 30 Januari 2026.

Iman berharap IHSG akan pulih setelah sempat anjlok pasca-rilis Morgan Stanley Capital International (MSCI). Setelah pengumuman dan peringatan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham Indonesia, IHSG merosot 8 persen dalam dua hari berturut-turut pada 28-29 Januari 2026.

Selain Iman, Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara, Inarno Djajadi, serta I.B. Aditya Jayaantara juga mengundurkan diri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK telah menunjuk pengganti untuk beberapa posisi yang kosong. Friderica Widyasari Dewi menggantikan Mahendra Siregar. Sebelumnya, Friderica menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.

Sementara itu, Hasan Fawzi menggantikan Inarno Djajadi. Hasan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *