Batusangkar – Sinergi lintas sektoral di Kabupaten tanah Datar kini semakin diperkuat untuk membendung penyebaran perilaku LGBT yang dinilai kian meresahkan. Sebanyak 74 Kerapatan Adat Nagari (KAN) bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan aparat kepolisian sepakat menerapkan pengawasan ketat serta sanksi adat bagi pelanggar norma kesusilaan.
Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengambil langkah preventif yang lebih agresif. Instruksi tersebut disampaikan langsung saat memimpin apel ASN di lingkungan kantor Kemenag, Senin (6/7).
“kami berkomitmen penuh mendukung langkah pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam membentengi masyarakat dari penyimpangan perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan adat,” tegas Hendri.
Sebagai implementasi di lapangan, Kemenag akan mengoptimalkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menyisipkan materi edukasi mengenai bahaya LGBT dalam khotbah Jumat. Selain itu, pengawasan di madrasah dan pondok pesantren, terutama yang memiliki asrama, akan diperketat guna memastikan lingkungan pendidikan tetap terjaga sesuai fitrahnya.
Langkah ini merupakan bagian dari aksi tim gabungan yang diinisiasi Polres Tanah datar. Tim tersebut dijadwalkan segera melakukan sosialisasi intensif ke berbagai titik rawan,mulai dari lembaga pendidikan,kafe,hingga tempat penginapan.
Di sisi lain, unsur adat juga mengambil sikap tegas. Sebanyak 74 KAN se-Tanah Datar telah bersepakat untuk menjatuhkan sanksi adat bagi siapa pun yang terbukti melanggar norma kesusilaan di wilayah mereka.
Fenomena LGBT di Tanah Datar menjadi perhatian serius karena polanya yang cenderung tersembunyi. Analisis sosial menunjukkan bahwa penyimpangan ini sering kali dipicu oleh ketidakharmonisan keluarga, pengaruh lingkungan, hingga pola asuh yang kurang tepat.
Hendri menambahkan, kolaborasi ini merupakan ikhtiar kolektif untuk menjaga marwah daerah yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. “Mari bersama kita jaga anak cucu dan keluarga kita dari pengaruh yang merusak,” pungkasnya.











