Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan mobilisasi alat berat guna mempercepat penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Sebanyak 39 unit alat berat tambahan dari BUMN karya dikerahkan ke tiga provinsi terdampak.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan total 1.709 unit alat berat kini diterjunkan untuk membantu pemulihan pasca-banjir.

Penambahan armada difokuskan pada penanganan darurat, pembersihan longsor, pemulihan akses jalan, serta kelancaran distribusi logistik. Data terbaru menunjukkan penambahan ini tercatat hingga Minggu (4/1/2025) pukul 20.00 WIB.

Aceh menerima tambahan 13 unit excavator, satu unit backhoe loader, empat unit wheel loader, dan lima unit dump truck. Alat berat ini disebar ke wilayah terdampak seperti Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang.

Sumatera Utara mendapatkan tambahan 15 unit excavator, satu unit backhoe loader, satu unit wheel loader, dua unit dump truck, satu unit bulldozer, dan satu unit pickup. Armada ini akan memperkuat penanganan di ruas jalan Tarutung–Sibolga.

Sumatera Barat mengalami penyesuaian. Kementerian PU mengurangi enam unit excavator, namun menambahkan satu unit mini excavator yang difokuskan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Selain alat berat, 16 unit jembatan bailey disiagakan. Aceh mendapatkan 14 unit, sementara Sumatera Utara menerima dua unit.

Kementerian PU menyatakan tidak ada pemasangan jembatan bailey di Sumatera Barat karena akses telah pulih dan jembatan darurat sebelumnya telah ditarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *