Padang Pariaman – Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) membuka pendaftaran sekolah tujuan untuk program tahunan Nan tumpah Masuk Sekolah (NTMS) 2026. Pendaftaran berlangsung pada 29 April hingga 9 Mei 2026.

Program ini menyasar sekolah menengah di Sumatera Barat yang belum pernah didatangi KSNT. Melalui NTMS, komunitas seni itu akan membawa pementasan sekaligus pelatihan seni pertunjukan langsung ke lingkungan sekolah.

KSNT menyebut program tersebut sebagai upaya mendekatkan seni pertunjukan kepada pelajar yang selama ini dinilai masih berjarak dengan dunia teater. Ketua KSNT, Mahatma Muhammad, mengatakan seni pertunjukan seharusnya menjadi ruang aman untuk membicarakan banyak hal yang sulit diungkapkan.

“Seni pertunjukan itu ruang aman untuk membicarakan hal yang sulit dibicarakan. Tapi karena keterbatasan akses dan pengetahuan, banyak siswa menganggap seni pertunjukan itu berat, serius, atau bukan untuk mereka,” ujar mahatma.

Program NTMS sudah digelar KSNT sejak 2011 hingga 2025 dan telah menjangkau puluhan sekolah menengah di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Tahun lalu, kegiatan itu hadir di 15 sekolah menengah.

Berbeda dari pertunjukan pada umumnya yang menunggu penonton datang ke gedung kesenian, NTMS justru mendatangi sekolah. Halaman, aula, hingga ruang kelas dipakai sebagai lokasi pementasan.

dengan pola itu, KSNT berupaya menghapus hambatan jarak dan waktu yang kerap membuat siswa sulit mengenal seni pertunjukan secara langsung.

Tak hanya menampilkan pementasan, KSNT juga menggelar workshop untuk siswa. Materi yang diberikan meliputi dasar pemeranan dan koreografi untuk melatih tubuh dan vokal, penciptaan plot pertunjukan, pembuatan musik ilustrasi, hingga dasar skenografi atau tata panggung.

Manajer Program KSNT, Fajry Chaniago, mengatakan pihaknya ingin siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memahami proses lahirnya sebuah pertunjukan.

“Harapannya selesai NTMS, siswa tidak hanya jadi penonton. Mereka tahu bagaimana sebuah pertunjukan lahir, dari ide sampai bisa dipentaskan,” kata Fajry.

Ia menambahkan, KSNT juga menyiapkan pendampingan bagi sekolah dalam mengelola ekstrakurikuler seni. menurut dia, manfaat program tidak berhenti setelah tim KSNT meninggalkan sekolah.

“Program NTMS ini tidak hanya menyasar siswa dalam rangka pengenalan dan pendekatan seni pertunjukan kepada para siswa, namun sekolah juga akan mendapatkan pendampingan pengelolaan ekstrakurikuler seni oleh Komunitas Seni Nan Tumpah,” ujarnya.

Mahatma menegaskan, NTMS merupakan bagian dari upaya memperluas akses seni dan budaya di kalangan generasi muda. Ia menilai seni pertunjukan dapat menjadi sarana membaca sekaligus merespons keadaan sosial.

“Pelaksanaan Program Nan Tumpah Masuk sekolah ini juga diharapkan dapat memperluas akses seni dan budaya di kalangan generasi muda dalam rangka menstimulasi kreativitas dan imajinasi serta membangun pemahaman tentang realitas sosial yang berkaitan dengan pembentukan karakter remaja,” tutur Mahatma.

KSNT memastikan sekolah yang terpilih tidak akan dikenakan biaya. Meski begitu, sekolah tetap harus memenuhi sejumlah syarat, termasuk kesiapan waktu, ketersediaan tempat pementasan, dan komitmen pendampingan dari pihak sekolah.

“Kami hanya meminta dukungan agar proses penyelenggaraan kegiatan berjalan lancar. Dukungan bisa berupa koordinasi waktu, penyediaan ruang, dan kehadiran siswa serta guru saat kegiatan berlangsung,” jelas Fajry.

Informasi pendaftaran, formulir sekolah tujuan, dan ketentuan teknis tersedia melalui akun Instagram resmi KSNT @nantumpah, situs https://www.nantumpah.org/panggilan-terbuka-sekolah-tujuan-nan-tumpah-masuk-sekolah-2026/, serta tautan formulir https://forms.gle/2EKXigmpvPqs9QGM9.

Dengan dibukanya NTMS 2026, KSNT berharap semakin banyak sekolah di Sumatera Barat memberi ruang bagi seni dan budaya, khususnya teater, untuk tumbuh sebagai bagian dari proses belajar yang mendorong daya pikir kritis dan kepekaan sosial pelajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *