Padang – Pemerintah Kota Padang mencatat skor 78,00 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasil itu menempatkan padang sebagai ibu kota provinsi dengan tingkat integritas tertinggi di Pulau Sumatera.

Capaian tersebut sekaligus membuat Padang unggul dari sejumlah ibu kota provinsi lain di sumatera. Banda Aceh berada di posisi berikutnya dengan skor 74,95, lalu Palembang 72,24, Jambi 68,29, Pekanbaru 67,73, Medan 67,05, Bandar Lampung 66,80, dan Bengkulu 64,83.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menilai hasil SPI 2025 menjadi bukti pelaksanaan Program Padang Amanah yang menekankan transparansi dan akuntabilitas. Ia mengatakan capaian itu juga menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” kata Fadly.

Inspektur Kota Padang, Sony Budaya Putra, menyebut SPI 2025 melibatkan 1.551 responden. Mereka berasal dari pegawai internal, pengguna layanan, mitra kerja, hingga tenaga ahli.

Dari hasil survei itu, Padang masuk kategori status Terjaga. Kota ini juga mencatat kenaikan signifikan pada komponen internal sebesar 2,47 poin.

Secara rinci,komponen internal memperoleh skor 74,63,sedangkan komponen eksternal mencapai 88,73. Pemerintah Kota Padang masih melakukan evaluasi mendalam atas sejumlah catatan KPK,terutama yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa serta sistem promosi pegawai berbasis merit.

Sony menegaskan hasil SPI akan digunakan sebagai alat penguatan pengawasan internal guna membangun budaya kerja berintegritas di seluruh perangkat daerah. Pemko Padang juga berkomitmen meningkatkan keterbukaan informasi publik serta menggencarkan sosialisasi pengendalian gratifikasi secara berkelanjutan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.