Tasikmalaya – Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan kini resmi digunakan dan langsung membuka akses warga di dua kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Infrastruktur sepanjang 65 meter itu memangkas hambatan mobilitas masyarakat yang selama ini terkendala kondisi geografis, terutama untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Jembatan tersebut menghubungkan Kampung Babakan Cikadu, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, dengan Kampung Sinargalih, Desa sukamenak, Kecamatan Sukarame. Pembangunannya merupakan inisiatif BSI Maslahat bersama Perhutani dengan dukungan bantuan senilai Rp250 juta.
Sebelum jembatan ini berdiri, warga harus menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu atau memilih jalur memutar yang jauh. Situasi itu menyulitkan petani saat mengangkut hasil panen dan membuat pelajar harus menempuh perjalanan lebih panjang untuk sampai ke sekolah.
Cucu, warga desa Cilolohan, mengaku kehadiran jembatan sangat membantu aktivitas harian masyarakat. Ia masih mengingat masa ketika warga harus menyeberangi sungai dengan rakit bambu di tengah arus yang deras.
“Kalau dulu mau menyeberang harus turun ke sungai lalu menggunakan rakit bambu. Rasanya khawatir karena arus cukup deras. Sekarang aktivitas jadi jauh lebih mudah. Yang bekerja, berjualan, maupun anak-anak yang sekolah semuanya terbantu. Terima kasih BSI Maslahat,” kata Cucu.
Hasil asesmen programme menunjukkan jembatan ini memangkas waktu tempuh warga secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan ke pusat aktivitas ekonomi bisa memakan waktu hingga 120 menit melalui jalur Sukaraja,kini hanya sekitar 45 menit.
Dengan lebar 1,2 meter,jembatan ini dapat dilalui pejalan kaki maupun kendaraan bermotor. Fasilitas tersebut diperkirakan memberi manfaat langsung bagi sekitar 5.000 warga, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak.
Akses yang lebih cepat juga diharapkan menekan biaya transportasi sekaligus memperlancar distribusi hasil bumi. Kondisi itu diproyeksikan ikut mendorong perputaran ekonomi lokal agar bergerak lebih cepat.
Perhutani KPH Tasikmalaya menyebut pembangunan jembatan ini sebagai wujud komitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.Sinergi tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara itu, BSI Maslahat menegaskan program ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola amanah umat secara profesional dan akuntabel. Lembaga itu berharap Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan memberi dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.











