Padang – Pemerintah Kota Padang berencana merelokasi warga Kapalo Koto yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Batu Busuk. Keputusan ini diambil setelah banjir kembali merendam kawasan tersebut dan menyebabkan belasan rumah warga terendam.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan relokasi sebagai solusi utama untuk melindungi warga dari ancaman banjir yang berulang. "Kalau masih tinggal di DAS, ketika hujan, kena lagi, ada lumpur lagi, tidak ada air bersih lagi, sampai kapan begitu?" kata Fadly dalam rapat pembahasan perubahan aliran sungai, Selasa (6/1/2026).

Fadly menginginkan warga di sepanjang DAS dan lereng perbukitan segera pindah ke hunian sementara (Huntara) atau hunian tetap (Huntap) yang telah disiapkan pemerintah. "Kalau warga ingin tetap bertahan (di sepanjang DAS) dan berharap tetap bisa seperti dahulu, tentu kita tidak bisa janjikan," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemko Padang akan segera menetapkan zona merah di kawasan DAS. "Kita harus desain zona merah agar (zona) itu tidak ditempati masyarakat dan tidak terjadi lagi kejadian berulang," ujar Fadly. Nantinya, lahan warga yang berada di sepanjang DAS dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *