Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua berupaya memperkuat ketahanan pangan dengan menargetkan pembukaan 5.380 hektare lahan sawah baru pada 2026, guna mewujudkan swasembada pangan berbasis potensi daerah.

Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, menegaskan inisiatif ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didukung penuh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

"Program cetak sawah ini adalah langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar Papua," kata Fakhiri, Jumat (2/1/2026).

Pada 2025, Pemprov Papua merealisasikan pencetakan sawah seluas 640 hektare di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi.

Fakhiri menjelaskan, program cetak sawah ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan kawasan pertanian pangan berkelanjutan di Papua.

"Program cetak sawah akan terus berlanjut pada tahun 2026. Kami akan memastikan program ini berjalan optimal melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan sistem pascapanen," ujarnya.

Pemprov Papua optimistis program ini akan meningkatkan produksi beras secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

"Kami memproyeksikan bahwa Papua tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga menjadi penyangga pangan bagi wilayah lain di Tanah Papua," imbuhnya.

Fakhiri menargetkan pada 2027, Papua akan menjadi lumbung pangan, tidak hanya untuk provinsi sendiri, tetapi juga bagi provinsi-provinsi lain di seluruh wilayah Papua.

"Penguatan ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, stabilitas ekonomi, serta kemandirian daerah," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *