Jakarta – ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi mengajak perantau minang di dalam dan luar negeri untuk ikut membangun daerah asal, tidak hanya dengan kembali secara fisik, tetapi juga melalui gagasan, investasi, transfer pengetahuan, dan perluasan jejaring. Ajakan itu ia sampaikan dalam Forum Silaturahmi Minangkabau diaspora Network Global (MDNG) 2026 di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI, Jakarta, Sabtu (23/5).
Muhidi mengatakan, keterlibatan perantau dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan Sumbar yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, dan sumber daya alam. Namun, ia menilai potensi itu belum sepenuhnya memberi nilai tambah maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pulang tidak selalu harus dimaknai secara fisik.Pulang dapat diwujudkan melalui kontribusi pemikiran, investasi, transfer pengetahuan, penguatan jejaring, serta perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan kampung halaman,” ujar Muhidi.
Ia menegaskan, perantau dan pelaku usaha diaspora minangkabau perlu mengambil peran lebih besar agar Sumbar semakin maju, mandiri, dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global.
Muhidi juga menilai budaya Minangkabau merupakan modal sosial penting untuk menghadapi persaingan global yang kian ketat. Menurut dia, nilai Saiyo Sakato, semangat gotong royong, dan kuatnya jaringan kekerabatan orang Minang menjadi kekuatan yang tidak dimiliki semua daerah.
“Budaya Minangkabau adalah modal pembangunan yang sangat besar. Nilai Saiyo Sakato, gotong royong, dan jaringan kekerabatan orang Minang harus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.
Ia menambahkan, diaspora Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah dan negara harus dioptimalkan sebagai kekuatan pembangunan Sumatera Barat ke depan. Karena itu, Muhidi mendorong perubahan cara pandang dari brain drain menjadi brain gain, yakni menjadikan pengalaman dan keberhasilan perantau sebagai energi baru bagi daerah.
“Oleh karena itu, kita perlu mengubah cara pandang dari brain drain menjadi brain gain. Keberhasilan dan pengalaman para perantau harus menjadi energi positif untuk kemajuan Ranah Minang,” ujarnya.
Forum MDNG 2026 itu turut dihadiri sejumlah tokoh nasional asal Minangkabau dan pejabat negara, di antaranya Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Dony Oskaria, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.
Hadir pula Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade, bersama tokoh diaspora Minangkabau dari berbagai daerah dan luar negeri.
di forum yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerahnya. Ia menyebut kualitas pembangunan dan daya saing sumber daya manusia belum optimal, sementara ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga masih perlu diperkuat.
Mahyeldi menambahkan, keterbatasan layanan infrastruktur dasar dan sosial ekonomi masih menghambat kemajuan serta kemandirian nagari atau desa. Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah dinilai belum sepenuhnya inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.Menurut dia, pengelolaan infrastruktur yang inklusif dan ketangguhan daerah terhadap bencana alam juga masih perlu ditingkatkan. Pada aspek sosial budaya, Mahyeldi menilai upaya mewujudkan masyarakat yang beradat, harmonis, religius, dan berbasis keluarga berkualitas masih memerlukan penguatan.
Ia juga menyoroti rendahnya daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Di sisi lain, tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta pelayanan publik yang efektif masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
Mahyeldi berharap para tokoh perantau Minang dapat bergandengan tangan dengan masyarakat di ranah untuk memaksimalkan seluruh potensi dan kemampuan demi membangun kampung halaman. “Dalam kesempatan ini, kami sangat berharap kepada seluruh tokoh perantau yang hadir untuk bisa bersama-sama dengan kami yang ada di ranah membangun tanah Minangkabau yang kita cintai ini,” kata Mahyeldi.











