Padang – Panitia penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang menuntaskan seluruh proses pemberangkatan jemaah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 5.374 jemaah telah diberangkatkan ke tanah Suci melalui 14 kelompok terbang atau kloter.

Kabar tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat di Asrama Haji Padang, Selasa (19/5/2026). Pertemuan itu dihadiri unsur Forkopimda serta sejumlah instansi terkait, mulai dari sektor kesehatan, perhubungan, hingga otoritas bandara.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat yang juga Ketua PPIH Embarkasi Padang menyebut seluruh rangkaian keberangkatan berjalan lancar dan sesuai prosedur. Ia menegaskan,semua kloter berangkat tepat waktu,bahkan beberapa di antaranya lebih cepat dari jadwal.

Dari sisi data jemaah, kuota awal sebanyak 5.402 orang tercatat menyusut menjadi 5.378 orang pada daftar akhir.Dari jumlah itu, 5.374 jemaah berhasil berangkat, sementara empat orang batal menunaikan ibadah haji karena alasan kesehatan dan pendampingan.

Evaluasi juga menyoroti cepatnya layanan satu atap atau One Stop service (OSS) di Asrama Haji Padang. Seluruh proses pelayanan jemaah di asrama dapat dirampungkan dalam waktu sekitar 90 menit.

untuk memberi kenyamanan, panitia turut mengatur pengantaran koper langsung ke kamar jemaah, terutama bagi mereka yang lanjut usia. Skema ini dinilai membantu memperlancar pelayanan di lapangan.

Meski sempat terjadi pemadaman listrik dan kebocoran di ruang makan akibat cuaca ekstrem, panitia memastikan seluruh kendala teknis segera ditangani. Dengan demikian, pelayanan kepada jemaah tetap berlangsung.

Kakanwil menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas sinergi selama fase pemberangkatan. Menurutnya, koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama kelancaran pelayanan haji tahun ini.

Setelah fase keberangkatan rampung, PPIH Embarkasi Padang kini menyiapkan tahapan pemulangan jemaah yang dijadwalkan tiba pada 3 Juni 2026.Seluruh instansi terkait diminta memperkuat koordinasi dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) agar kepulangan ke daerah asal berjalan tertib dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *