Jakarta – Kementerian Pariwisata menyambut dibukanya dua rute penerbangan langsung Spring Airlines dari Tiongkok ke jakarta, yakni Guangzhou-Jakarta dan shenzhen-jakarta. Kehadiran rute baru ini dinilai memperkuat konektivitas udara sekaligus memberi dorongan bagi pertumbuhan pariwisata nasional.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyebut pembukaan rute tersebut sebagai respons atas meningkatnya kunjungan wisatawan asal tiongkok ke Indonesia. Dia menilai tren itu terus menunjukkan perkembangan positif.
Dua penerbangan perdana itu tiba berurutan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penerbangan Guangzhou-Jakarta mendarat pada Selasa (16/6) dengan tingkat keterisian kursi mencapai 92,5 persen atau 172 penumpang.
sehari setelahnya, rute Shenzhen-Jakarta mencatat angka yang lebih tinggi. Penerbangan tersebut terisi 95,6 persen dengan 178 penumpang.
Sebagai sambutan, Kementerian Pariwisata membagikan cinderamata bertema Marvelous indonesia kepada para penumpang di ruang kedatangan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan citra Indonesia kepada wisatawan yang baru tiba.
Ke depan, Spring Airlines akan melayani rute Guangzhou-Jakarta tiga kali dalam sepekan menggunakan Airbus A320. Sementara itu, rute Shenzhen-Jakarta dijadwalkan beroperasi dua kali seminggu.
Ni Made menegaskan kementeriannya akan terus mendukung penguatan konektivitas udara sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Menurut dia, akses langsung dari dua kota besar di Tiongkok itu diharapkan dapat menjaga minat wisatawan ke Indonesia secara berkelanjutan.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada pasar wisatawan Tiongkok yang selama ini konsisten masuk lima besar penyumbang kunjungan mancanegara ke Indonesia. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok tercatat 491.726 orang, naik 25,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jakarta pun dipandang memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat bisnis dan mobilitas. Dengan atraksi perkotaan dan gaya hidup modern yang dimiliki, ibu kota diharapkan menjadi pintu masuk bagi wisatawan Tiongkok untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia.
Pemerintah optimistis akses langsung dari Guangzhou dan Shenzhen akan membantu pemerataan arus wisatawan. Kebijakan itu juga diyakini memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.











