Pessel – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menargetkan puluhan unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi rampung pada 10 Januari mendatang. Saat ini, 22 dari total 62 unit huntara sedang dalam tahap konstruksi fisik, sementara 40 unit lainnya masih menunggu ketersediaan lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Pessel, Mulyandri Dt. Rajo Intan, optimistis proyek akan selesai sesuai target. "Kita menargetkan pada 10 Januari mendatang, seluruh pembangunan huntara dapat diselesaikan," ujar Mulyandri saat mendampingi kunjungan Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kamis (1/1/2026).

Mulyandri mengakui cuaca menjadi tantangan yang sedikit memperlambat pekerjaan. Namun, ia memastikan tidak ada kendala signifikan yang menghambat penyelesaian. Selain huntara, pemerintah juga merencanakan pembangunan 94 unit hunian tetap bagi warga terdampak, jumlah ini lebih banyak karena sebagian warga memilih mengungsi mandiri.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung progres pembangunan huntara dan menekankan pentingnya kualitas serta kelayakan hunian. "Kita ingin masyarakat segera keluar dari kondisi darurat. Huntara ini harus dibangun dengan baik, aman, dan nyaman," tegas Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengingatkan agar pembangunan huntara memperhatikan kesehatan lingkungan, sanitasi, dan ketersediaan air bersih. Ia menilai huntara yang tidak memenuhi standar dapat menimbulkan masalah baru.

Penyediaan huntara merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana. Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Peninjauan dihadiri pejabat Pemprov Sumbar dan Pemkab Pessel. Pemerintah berharap huntara segera dimanfaatkan warga sambil menunggu hunian tetap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *