Agam – Pemerintah Kabupaten agam bersama BKKBN Sumatera Barat memperkuat layanan Keluarga Berencana (KB) di wilayah terdampak bencana dengan memberikan pelatihan dan pelayanan kontrasepsi kepada bidan di Puskesmas Matur dan Puskesmas Koto Alam pada awal Agustus 2026.

Sebanyak 11 akseptor telah menerima kontrasepsi jangka panjang, terdiri dari delapan pengguna implan dan tiga pengguna IUD. Plt. Kepala Dinas dalduk KB PP PA Kabupaten Agam, Dandi Pribadi, menegaskan bahwa intervensi ini penting untuk menekan angka kehamilan tidak diinginkan serta mengatur jarak kelahiran demi terciptanya keluarga berkualitas.

Dandi menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan kontrasepsi menjadi salah satu solusi utama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun, tantangan seperti tingginya angka putus pakai KB dan rendahnya penggunaan kontrasepsi modern oleh pasangan usia subur masih harus dihadapi. Selain itu, fenomena pernikahan usia muda serta masalah kesehatan reproduksi juga menjadi perhatian serius yang perlu ditangani.

Menurut Dandi, penguatan layanan KB merupakan bagian dari strategi percepatan penurunan stunting dengan memitigasi faktor 4T-terlalu muda menikah, terlalu tua melahirkan, jarak kelahiran terlalu dekat, dan jumlah anak terlalu banyak-yang menjadi pemicu tidak langsung stunting.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menurunkan kasus stunting sekaligus mengurangi jumlah keluarga berisiko stunting di Kabupaten Agam. Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan agar target tersebut tercapai,” ujarnya tegas.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menekankan bahwa perluasan akses kontrasepsi di daerah terdampak bencana menjadi prioritas utama guna memastikan hak kesehatan reproduksi masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *