Jakarta – Penjualan kendaraan listrik (EV) di Indonesia mengalami lonjakan signifikan, mencapai pertumbuhan 97 persen. Hyundai Motors Indonesia (HMID) menilai peningkatan ini menandakan pasar EV di Indonesia semakin matang.
Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menyatakan bahwa "Pasar EV kita mengalami lonjakan hingga hampir 100 persen secara year-on-year." Data dari GAIKINDO per November 2025 menunjukkan volume pasar EV telah terbentuk.
Fransiscus menyoroti pertumbuhan yang belum merata, dengan segmen entry-level yang sensitif terhadap harga mendominasi. Kondisi ini memicu persaingan ketat di pasar kendaraan listrik nasional.
Di tengah persaingan, Hyundai mencatat performa stabil pada model tertentu. "Penjualan IONIQ 5 dan All New KONA Electric, khususnya varian tertinggi Signature Extended, tetap stabil," ungkap Fransiscus. Kedua model ini memiliki basis pelanggan yang loyal.
Hal ini mengindikasikan konsumen semakin mempertimbangkan kualitas rancang bangun, keamanan baterai, dan jaminan layanan purna jual. Fransiscus menekankan bahwa harga bukan satu-satunya faktor penentu daya saing mobil listrik.
Hyundai berfokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi untuk membangun kepercayaan konsumen dan pengalaman kepemilikan yang berkelanjutan. Perusahaan mengapresiasi kebijakan insentif pemerintah dalam mendorong pasar kendaraan listrik.
Namun, Hyundai menilai penguatan struktur industri tetap diperlukan agar pertumbuhan berkelanjutan. Sebagai komitmen, Hyundai telah berinvestasi dalam pembangunan pabrik sistem dan sel baterai di Indonesia.
Fransiscus menambahkan, dengan tingkat TKDN yang tinggi pada All New KONA Electric, Hyundai memiliki kendali lebih baik terhadap rantai pasok dan struktur biaya, sehingga lebih kuat jika terjadi penyesuaian kebijakan insentif.











