Bukittinggi – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi memberikan pelayanan medis kepada 52 wisatawan selama libur Lebaran, dari 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Layanan ini tersedia di empat posko yang berlokasi strategis di seluruh kota.
Ketua PMI Kota Bukittinggi, Chairunnas, menjelaskan bahwa jumlah tersebut mencerminkan warga yang menerima perawatan medis langsung. Jumlah ini tidak termasuk mereka yang memanfaatkan fasilitas pemeriksaan tekanan darah atau ruang menyusui di posko.
Secara spesifik, posko utama di Jam Gadang menangani 41 orang, terdiri dari 17 pria dan 24 wanita. Pos pelayanan di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMBK) melayani 11 orang, terdiri dari 4 pria dan 7 wanita. Pos di Terminal Aur Kuning dan Panorama Lobang Jepang tidak mencatat adanya kunjungan medis.
Chairunnas menyatakan bahwa keluhan kesehatan yang ditangani oleh petugas termasuk pusing, diare, sakit kepala, dan luka ringan. Posko ini didirikan sebagai upaya PMI untuk memberikan rasa aman dan bantuan kesehatan kepada wisatawan yang mengunjungi Bukittinggi.
Operasi ini dikomandoi oleh Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi, Ahmad Jais.
Chairunnas juga menyoroti dinamika donor darah selama bulan Ramadan. Menurutnya, permintaan darah dari rumah sakit cenderung menurun, sejalan dengan kecenderungan pendonor sukarela untuk mendonorkan darah setelah salat tarawih untuk menjaga kondisi fisik.
Mengenai struktur organisasi, Chairunnas menambahkan bahwa PMI memiliki dua komponen utama yang saling terkait, yaitu Markas dan Unit Donor Darah (UDD). Markas bertanggung jawab untuk melaksanakan program kerja pengurus dan mengarahkan operasi di lapangan, sedangkan UDD berfokus pada pelayanan penyediaan darah.











