Jakarta – Indonesia memperkuat kedaulatan antariksa dengan keberhasilan Satelit Nusantara Lima (SNL) mencapai orbit geostasioner di 113 derajat Bujur Timur, tepat di atas Pulau Kalimantan. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) mengumumkan rampungnya fase Electric Orbit Raising (EOR) pada Minggu (1/2/2026).

EOR merupakan tahapan penting dalam perjalanan satelit menuju orbit yang diinginkan. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menyebut keberhasilan ini sebagai tonggak penting bagi Indonesia. "Ini merupakan milestone penting dalam penguatan infrastruktur satelit nasional dan mewujudkan kedaulatan antariksa Indonesia," ujarnya.

Satelit N5 meluncur dari Cape Canaveral, Florida, AS, pada 12 September 2025, menggunakan Roket Falcon 9 milik SpaceX. Satelit ini berada pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi.

Satelit N5 mengusung teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps. Dengan platform Boeing 702MP, satelit ini memiliki 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Project Director SNL, Satrio Adiwicaksono, menambahkan bahwa satelit akan memasuki fase pengujian setelah tiba di orbit. Kehadiran Satelit N5 diharapkan dapat meningkatkan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

Akses internet yang terjangkau akan mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan layanan publik, kesehatan, lingkungan, serta pertahanan dan keamanan. Dengan beroperasinya Satelit N5, Indonesia akan memiliki kapasitas lebih dari 400 Gbps, terbesar di Asia Pasifik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *