Padang – Sumatera Barat didorong untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Langkah ini sebagai upaya mewujudkan provinsi hijau.
Pakar ilmu lingkungan UNP, Prof. Dr. Indang Dewata, menyampaikan hal ini dalam diskusi Green economy di Kantor Bappeda Sumbar, Rabu (12/11/2025).
Indang Dewata menekankan pentingnya langkah nyata di tingkat daerah untuk mewujudkan Sumbar sebagai provinsi konservasi.
Pengembangan ekonomi hijau dapat dilakukan dengan mendorong investasi di sektor ramah lingkungan.Sektor tersebut meliputi energi terbarukan (panas bumi, surya, angin), ekowisata, dan pertanian organik.Selain itu, transisi energi di kawasan industri juga perlu didorong.
Contohnya, penggunaan panel surya atau gas alam (CNG), serta penerapan kebijakan industri hijau untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah.
“Investasi dan industri hijau akan berdampak pada pengembangan tenaga kerja di sektor-sektor baru,” pungkasnya.
Sektor baru tersebut berkaitan dengan ekonomi hijau, seperti pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kehutanan.











