Guangzhou – Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Republik Indonesia (LPJK RI), Insannul Kamil, meninjau langsung perkembangan teknologi robotika dalam Kompetisi Robot Konstruksi Guangdong, Hong Kong–Macao ke-2 di Guangzhou NanSha International Convention and Exhibition Center (NSICEC), Selasa (22/9/2026).
Kehadirannya bersama delegasi dari Laos dan Tiongkok tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Forum Kerja Sama dan Pengembangan Industri Konstruksi Tiongkok–ASEAN ke-4 Tahun 2026.
Dalam ajang tersebut, berbagai inovasi teknologi konstruksi cerdas dari kawasan Greater Bay Area dipamerkan untuk menunjukkan digitalisasi dan konsep ramah lingkungan pada sektor pembangunan.
Insannul Kamil mengungkapkan bahwa kompetisi ini menjadi platform strategis untuk pertukaran teknologi, pengembangan talenta SDM, serta sinergi industri konstruksi tingkat tinggi.
“Kompetisi ini menjadi platform dan hub kolaborasi teknologi industri konstruksi tingkat tinggi yang mendorong pertukaran teknologi, pengembangan talenta SDM konstruksi, sinergi industri, dan saling berbagi hasil inovasi,” ujar Insannul Kamil.
Menurut Dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas tersebut, pemanfaatan robotika kini menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi, keselamatan kerja, serta kualitas pembangunan di lapangan.
Ia berharap, adopsi teknologi cerdas ini mampu mempercepat transformasi industri konstruksi tradisional Indonesia menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Kegiatan kompetisi robot cerdas industri konstruksi ini diharapkan dapat mendorong dan mengakselerasi transformasi dan peningkatan industri konstruksi tradisional serta mendukung pengembangan industri konstruksi cerdas yang berkualitas tinggi,” jelasnya.
Pengalaman menyaksikan langsung kemajuan industri konstruksi di Tiongkok ini dinilai Insannul Kamil sebagai referensi krusial bagi pengembangan sektor konstruksi di Indonesia ke depan.
Selain memimpin LPJK RI, Insannul Kamil juga tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri serta Ketua Badan Keahlian Mesin (BKM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII).


