Jakarta – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif dengan peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 13,98 juta wisman mengunjungi Indonesia selama Januari hingga November 2025.

Jumlah ini melonjak 10,44 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yang mencatatkan 12,65 juta kunjungan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan capaian ini sebagai yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.

"Capaian kunjungan wisatawan nusantara Januari hingga November 2025 ini merupakan capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir," kata Pudji dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Meskipun demikian, BPS mencatat penurunan bulanan pada November 2025. Jumlah kunjungan wisman tercatat 1,20 juta, turun 11,12 persen dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 1,33 juta kunjungan.

Namun, jika dibandingkan dengan November 2024, terjadi kenaikan sebesar 9,79 persen dari 1,09 juta kunjungan. Malaysia menjadi negara asal wisman terbanyak dengan 207 ribu kunjungan (17,3 persen), diikuti Australia (135,2 ribu kunjungan atau 11,3 persen), dan Singapura (126,3 ribu kunjungan atau 10,5 persen).

Pudji menjelaskan, kunjungan dari Malaysia dan Australia mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2025, sementara kunjungan dari Singapura justru meningkat. Bali tetap menjadi pintu masuk utama wisman. Bandara Ngurah Rai mencatat 476,5 ribu kunjungan, didominasi wisatawan asal Australia dengan 119,8 ribu kunjungan.

Sebagai informasi tambahan, BPS mencatat rekor kunjungan wisman tertinggi pada 2019 dengan 16,1 juta kunjungan. Angka ini menurun drastis akibat pandemi Covid-19, menjadi 4,05 juta kunjungan pada 2020 dan 1,55 juta kunjungan pada 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *