Dharmasraya – Sekolah Rakyat terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya resmi memulai kegiatan belajar mengajar Tahun Ajaran 2026/2027 dengan memberikan pengalaman baru bagi para siswa, terutama Alvin, pelajar kelas VII asal Nagari Sialang, Kabupaten Limapuluh Kota.Alvin menyatakan kegembiraannya tinggal di sekolah berasrama yang seluruh fasilitas pendidikannya disediakan oleh pemerintah.
“Sangat senang, Pak. Di sini banyak teman, sekolahnya bagus, ada komputer, makanannya enak, dan kamarnya bagus-bahkan lebih bagus dibanding kamar di rumah,” ujar alvin saat berbincang dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy yang meninjau hari pertama sekolah pada Jumat (31/7/2026).Alvin juga mengaku terkesan dengan gedung bertingkat untuk sekolah dan asrama serta ruang belajar lengkap dengan komputer dan kamar mandi bersih dilengkapi shower. Fasilitas tersebut meningkatkan semangatnya sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Wagub Vasko menilai pengalaman Alvin mencerminkan pentingnya akses pendidikan setara tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan terbaik.
“Anak keluarga prasejahtera bukan tidak pintar; mereka hanya belum memiliki kesempatan yang sama. Setiap anak memiliki mimpi untuk meraih cita-citanya,” kata Vasko sambil menambahkan bahwa pendidikan adalah cara paling efektif memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Dalam kunjungannya ke SRT 3 Dharmasraya, Wagub Vasko mengecek langsung ruang kelas, asrama hingga fasilitas penunjang lainnya.Ia menilai kualitas bangunan dan sarana sudah sangat baik sehingga menciptakan lingkungan belajar nyaman sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik.
“Bangunannya sangat bagus dan fasilitasnya lengkap.Ini solusi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Sumbar agar bisa memperoleh pendidikan layak bahkan bertaraf internasional,” ungkapnya.
Vasko pun memberi pesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya dengan rajin belajar dan disiplin serta menjaga kebersamaan selama menjalani proses pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut.
Kepada kepala sekolah dan pengelola ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta merawat seluruh fasilitas agar tetap nyaman digunakan oleh para siswa.
SRT 3 Dharmasraya merupakan satu-satunya Sekolah rakyat permanen pertama di Sumatera Barat dengan kapasitas daya tampung hingga 1.000 siswa yang mulai beroperasi tahun ini.Saat ini terdapat 390 peserta didik dari berbagai daerah seperti Kabupaten Dharmasraya sebanyak 268 siswa; Kabupaten Solok dan Kota Padang masing-masing 60 siswa; serta satu siswa dari Kabupaten Padang pariaman dan satu dari Kota Bukittinggi.
Seluruh peserta didik mendapatkan layanan pendidikan gratis secara berasrama lengkap dengan makanan bergizi, perlengkapan belajar termasuk komputer dan internet serta pembelajaran berbasis teknologi digital. Kehadiran SRT ini diharapkan membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan berkualitas demi masa depan lebih baik.











