Sawahlunto – Warga Lembah Santur memanfaatkan peringatan Isra Mikraj untuk menggalang dana pembangunan Masjid Al Muhajirin. Tabligh akbar bersama Ustadz Ristawardi berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp20 juta.

Dana tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan masjid dengan total anggaran Rp5 miliar. Ketua Panitia, Hasjoni, mengajak jamaah untuk berinfak sukarela. "Kami mengajak jamaah untuk berinfak secara sukarela," ujarnya.

Hasjoni menjelaskan, awalnya warga Perumnas Santur salat berjamaah di rumah kosong. "Berkat kebersamaan dan kerja keras warga, akhirnya kami mampu membangun mushalla yang diberi nama Al Muhajirin," katanya. Seiring waktu, mushalla dikembangkan menjadi masjid.

Asisten Irzam K, mewakili walikota, mengapresiasi inisiatif pengurus masjid dalam menggelar kegiatan keagamaan secara mandiri.

Ustadz Ristawardi menyoroti kondisi bangsa, menyinggung pejabat yang terjerat korupsi akibat lemahnya iman. "Melalui peringatan Israk Mikraj, hendaknya kita benar-benar melaksanakan ajaran Nabi, yakni menunaikan salat lima waktu," tegasnya.

Ia menambahkan, salat adalah ibadah yang langsung diterima Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha. "Jika salat kita baik dan benar, maka selamatlah kita," tandasnya. Ristawardi juga mengajak jamaah memperbanyak membaca Alquran dan berinfak.

Acara dihadiri anggota DPRD Sumatera Barat Neldaswenti Zohirin, anggota DPRD Kota Sawahlunto Idrayeni Hasjoni, Camat Barangin, Kepala Desa Santur, serta ratusan warga. Kegiatan berjalan lancar, aman, dan sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *