Dharmasraya – Sebanyak 268 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di sumatera Barat resmi memulai tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya, sebuah sekolah berasrama yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah. Sekolah ini menjadi harapan bagi para siswa untuk mengubah masa depan keluarganya melalui pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat pertama di Sumatera Barat yang berlokasi di Nagari Sungai Kambut, kecamatan Pulau Punjung ini membuka Tahun Ajaran 2026/2027 dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (31/7/2026). Program ini merupakan bagian dari strategi nasional pemerintah dalam memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu.para siswa mendapatkan fasilitas lengkap berupa asrama, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan dasar secara gratis selama menempuh pendidikan.Dari total 268 siswa angkatan pertama tersebut, sebanyak 146 berasal dari Kabupaten Dharmasraya, 60 dari Kabupaten solok, 60 dari Kota Padang, dan masing-masing satu siswa berasal dari Kabupaten Padang Pariaman serta Kota Bukittinggi. Meski berlatar belakang berbeda-beda dan datang dari berbagai daerah, mereka memiliki tujuan sama yakni meraih masa depan lebih baik melalui pendidikan.
Gubernur sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Ia menyatakan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat membuktikan negara hadir memberikan kesempatan setara bagi setiap anak untuk berkembang.
“Pendidikan adalah alat paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Ketika anak memperoleh pendidikan yang baik, masa depannya berubah dan dampaknya akan dirasakan hingga generasi berikutnya,” ujar Mahyeldi.
Ia juga mengapresiasi percepatan pembangunan sekolah tersebut yang berhasil mengubah bangunan kosong menjadi lingkungan belajar lengkap hanya dalam waktu sekitar dua bulan saja. Menurutnya tempat itu akan menjadi wadah pembentukan calon pemimpin masa depan.
Mahyeldi berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh dan berani bermimpi besar karena setiap anak memiliki potensi sama untuk menjadi pemimpin bangsa. “Jangan takut bermimpi besar. Di sekolah ini kalian akan dibimbing oleh guru-guru terbaik yang siap mendampingi meraih masa depan lebih baik,” tambahnya.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa dalam satu tahun para siswa mampu menguasai bahasa Inggris hingga bahasa Jepang dan Arab serta kemampuan berpidato-bukti nyata potensi besar anak-anak prasejahtera jika mendapat pendidikan serta pendampingan tepat.
Kepala Balai besar Pendidikan dan pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaidi menjelaskan pemerintah tidak hanya menyediakan layanan pendidikan gratis tapi juga memenuhi seluruh kebutuhan dasar selama proses belajar berlangsung. Dengan dukungan penuh tersebut diharapkan lahir generasi baru yang mampu mengubah nasib keluarga sekaligus memberi kontribusi positif bagi masa depan Indonesia.











